Kesalahan-Kesalahan Umum Dalam Memperbaiki Kerusakan Rumah Apabila Dilakukan Sendiri

Kesalahan-Kesalahan Umum Dalam Memperbaiki Kerusakan Rumah Apabila Dilakukan Sendiri

Memiliki sebuah rumah, tentu menjadi keinginan setiap orang apalagi keberadaanya termasuk kebutuhan pokok yang harus tersedia. Tak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga bisa berperan dalam hal investasi masa depan.

Bicara soal rumah, ketika anda mendapati ada beberapa bagian perlu diperbaiki atau direnovasi apa tindakan selanjutnya? Pasti ingin segera melakukan pembenahan kan? Tunggu dulu, sebelum mengarah ke sana ada satu pertanyaan penting apakah sudah dipikirkan dan direncanakan terkait langkah-langkah perbaikan?

Jika anda memang mampu berpikir matang sudah sepantasnya memikirkan dahulu perencanaan sampai tahap penyelesaian agar kesalahan-kesalahan mendasar tak berakibat fatal. Adapun saran terbaik, bila ada budget lumayan banyak, tinggal sewa penyedia jasa bangunan.

Untuk itu, kesalahan seperti penjelasan di bawah ini patut dihindari dan jangan sampai terulang. Apa saja itu?

 Kesalahan-Kesalahan Umum Dalam Memperbaiki Kerusakan Rumah Apabila Dilakukan Sendiri

1. Tak merendam batu bata sebelum dipasang

Sebagian orang menganggap hal ini benar tapi pada kenyataanya salah besar karena jikat tidak dilakukan justru dapat menguari kekuatan struktur dinding. Bayangkan saja bila batu bata dipasang dalam kondisi kering, maka air semen akan terserap sehingga mengurangi perekatan pada dinding.

2. Lupa menyiram dinding

Dalam proses pemlesteran (acian) sudah seharusnya dinding terlebih dulu disiram. Tujuanya sangat jelas, agar air semen tak terserap ke dinding. Nah, yang terjadi sekarang bahwa para pemilik rumah yang ingin memperbaiki dinding malah lupa melakukan penyiraman.

3. Pemasangan genteng tak lurus

Tak heran, saat pemasangan genteng kurang lurus atau tak pas tumpuan maka kebocoran tidak dapat dihindari. Pengalaman sangat diperlukan untuk masalah beginian.

4. Kurang tepatnya pencahayaan

Masalah perbaikan instalasi seringkali diabaikan oleh para pemilik rumah. Kecenderungan dalam memasang pencahayaan atau lampu berlebih ternyata kurang baik karena tak sesuai dengan fungsi utama sehingga berakhir dengan ketidaknyamanan di mata bahkan bisa menganggu kesehatan.

5. Pengukuran struktur beton yang asal-asalan

Banyak orang hanya berpatokan pada perkiraan ukuran beton sehingga pertimbangan beban maupun cara pengerjaanya tak begitu diperhatikan. Padahal hal ini sangat fatal jika terjadi kesalahan. Apalagi,ingin mencoba memperbaiki sendiri, kesalahan seperti jarang sengkang, jumlah besi, ikatan kurang kuat serta ketiadaan tekuk pada ujung pengait seringkali luput.

Apa yang terjadi kemudian? tentu saja lama-kelamaan pondasi rumah tak lagi kuat menahan beban yang memungkinkan suatu saat pasti terjadi retakan dinding pada lokasi-lokasi tertentu.

6. Pemasangan kolom tidak lurus

Sudah tahu kan kolom itu apa? membuat bekisting untuk kolom memang mudah, tapi mengukur secara tepat posisi kolom jelas butuh keahlian. Jika tidak, akan timbul masalah baru ketika balok struktur kurang pas menumpu kolom.

7. Dinding miring atau tidak lurus

Ya, memasang dinding dari bata harusnya lurus dan tidak bergelombang.  Pernah kan, menjumpai sudut ruangan yang tidak siku? Nah, hal tersebut karena mengabaikan masalah ini. Kalo anda ingin melihat secara jelas, perhatikan area di dalam rumah usai terpasang lantai keramik.

Apa yang tertulis diatas adalah Kesalahan-Kesalahan Umum Dalam Memperbaiki Kerusakan Rumah Apabila Dilakukan Sendiri dana tak seharusnya dilakukan. Perencanaan matang jelas diperlukan supaya saat pelaksanaan berlangsung sesuai harapan tanpa ada kesalahan sedikitpun. Semoga dapat menambah wawasan anda terutama dalam membangun sebuah rumah.